Layanan sirkulasi di perpustakaan merupakan unit pelayanan yang paling sering berinteraksi langsung dengan pengguna karena fungsinya yang berkaitan dengan peminjaman dan pengembalian bahan pustaka. Secara umum, layanan ini bertugas mengatur lalu lintas koleksi perpustakaan, baik itu buku, majalah, DVD, maupun bahan audiovisual lainnya, agar dapat beredar di kalangan pemustaka secara teratur dan tertib. Prosesnya dimulai dari pendaftaran anggota, pemberian kartu peminjaman, pencatatan data peminjam, penentuan jangka waktu peminjaman, hingga penanganan denda apabila terjadi keterlambatan pengembalian. Selain itu, layanan sirkulasi juga mencakup perpanjangan masa pinjam, reservasi atau pemesanan buku yang sedang dipinjam orang lain, serta pengembalian bahan pustaka yang sudah dibaca. Di balik kegiatan teknis tersebut, pustakawan sirkulasi juga berperan penting dalam menjaga ketertiban koleksi dengan memastikan buku-buku yang dikembalikan segera ditempatkan kembali ke rak sesuai sistem klasifikasi yang berlaku. Seiring kemajuan teknologi, layanan sirkulasi saat ini banyak yang telah terotomatisasi menggunakan sistem berbasis komputer dan barcode atau bahkan Radio Frequency Identification (RFID), sehingga proses peminjaman dan pengembalian dapat berlangsung lebih cepat, akurat, dan memudahkan pengguna untuk mengecek status koleksi secara mandiri melalui katalog daring. Dengan demikian, layanan sirkulasi tidak hanya berfungsi sebagai pintu gerbang keluar-masuknya bahan pustaka, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menciptakan pengalaman pengguna yang nyaman dan efisien di perpustakaan.