Layanan referensi di perpustakaan merupakan sebuah unit pelayanan inti yang berperan sebagai jembatan penghubung antara pengguna dengan seluruh sumber informasi yang tersedia, baik yang bersifat cetak maupun digital. Fungsi utamanya adalah memberikan bantuan langsung kepada pengguna dalam menemukan, mengakses, dan memanfaatkan informasi yang dibutuhkan secara tepat dan efisien, mulai dari pertanyaan sederhana seperti pencarian arti kata hingga pertanyaan kompleks untuk keperluan riset atau penelitian. Dalam praktiknya, layanan ini tidak hanya bersifat responsif dengan menjawab pertanyaan faktual, tetapi juga bersifat edukatif, yaitu membimbing pengguna agar mampu menggunakan berbagai alat temu balik informasi seperti katalog daring, basis data jurnal, dan koleksi rujukan seperti ensiklopedia, kamus, serta direktori. Selain itu, pustakawan referensi juga bertanggung jawab untuk memberikan arahan tentang tata cara penggunaan perpustakaan, menyusun bibliografi atau daftar pustaka tematik, serta membantu pengguna mengevaluasi kredibilitas sumber informasi yang mereka temukan. Bentuk penyampaian layanan ini pun semakin beragam seiring perkembangan teknologi, tidak lagi terbatas pada pelayanan tatap muka di meja referensi, tetapi juga mencakup layanan jarak jauh melalui surat elektronik, pesan instan, panggilan telepon, hingga platform media sosial, sehingga pengguna dapat mengakses bantuan kapan saja dan di mana saja. Dengan demikian, layanan referensi memegang peranan strategis dalam mendukung keberhasilan pengguna dalam memenuhi kebutuhan informasinya sekaligus meningkatkan kemandirian mereka dalam menelusuri pengetahuan secara berkelanjutan.